pesan pembuka dan penutup

Senin, 27 September 2021

Pengalaman CPNS yang Menjadi Kesempatan Kedua Bagiku!

 


Pada tahun 2019 merupakan hari dimana pertama kalinya aku mendaftar CPNS. Syukur alhamdulillah awalnya aku lolos administrasi di Pemprov Jatim dan menjalani tes SKD (Seleksi Kompetisi Dasar) di Surabaya. Awalnya aku agak sedikit canggung karena hal itu merupakan pertama kalinya buatku. Aku hanya belajar TWK, TIU, dan TKP setelah mendapatkan pengumuman seleksi administrasi. Yeah, persiapan waktuku sangat sedikit dan tidak cukup memuaskanku sehingga membuat kegugupanku muncul secara beruntun. Aku ingat betul saat memulai tes SKD, tanganku agak sedikit bergetar saat memegang mouse. Mengalami serangan panik yang membuat kepala agak sedikit pening. Kutarik nafas panjang. 'Aku pasti bisa!' begitu pikirku sebelumnya. Huaahh, saat selesai mengerjakan dan mendapatkan segera skor di layar monitor membuatku agak sedikit menyesal. Yap, skor TIU dan TWK yang cukup mengenaskan. Aku keluar gedung dengan langkah lunglai. Ortuku yang menunggu di depan bisa membaca gambaran wajahku saat itu. Aku tahu, aku tidak cukup belajar saat itu. Dan itu yang aku sesalkan.

 

Pada tahun ini, aku tidak ingin mengulang hal yang sama. Aku mencoba mendaftar kembali CPNS di kab. Gresik. Untuk mempersiapkan diri secara matang, beberapa bulan sebelum tanggal pendaftaran seleksi administrasi aku sudah belajar ini dan itu. Aku beli buku yang mungkin bisa menjadi panduanku saat itu, lalu ikut kursus satu minggu melalui zoom, mengikuti bahasan-bahasan serta try out gratis maupun berbagai latihan soal di youtube, tik-tok maupun grup di telegram. Aku semakin ingin berjuang kala mendapatkan pemberitahuan bahwa aku lolos seleksi administrasi. Aku pun belajar terus-menerus setiap harinya. Hal itu semakin menguatkanku agar dapat mencapai mimpi untuk menjadi seorang ASN. 

Buku Panduan dan buku catatanku

 

Seleksi administrasi perlu mempersiapkan surat lamaran yang ditujukan kepada bupati Gresik, surat pernyataan, KTP, surat akreditasi prodi, ijazah, transkrip, pas foto, dan juga foto selfie. Awalnya ku kira foto selfie untuk apa. Aku pun memasukkan foto selfie yang sama seperti pas foto. Eh ternyata foto selfie digunakan untuk face recognition pada saat tes SKD nantinya. Aku pun sedikit khawatir karena di dalam foto tersebut aku foto di studio dan mungkin wajahku tidak akan terbaca di face recognition nanti. Akan tetapi ternyata kekhawatiranku tidak terjadi. Pada saat aku melakukan face recognition aku berusaha tersenyum persis seperti yang ada di foto dan ternyata.. alhamdulillah terbaca! Eh, terdeteksi!


Satu hal yang membuat aku sedikit berkesan adalah persiapan yang ada di Wahana Ekspresi Poesponegoro yang menjadi tempat tes SKD. Kalian pasti tahu kan kalau tahun ini kita masih mengalami masa pandemi. Masa terjadinya corona di negeri ini yang sudah hadir sejak akhir 2019 lalu. Hal itu menjadikan diri kita kian waspada apabila berada di tempat berkerumun. Nah, maka dari itu persiapan CPNS tahun ini disertai dengan melakukan sejumlah protokol kesehatan. Apa saja yang harus dipersiapkan?

1. Surat vaksin

2. Surat deklarasi sehat

3. Surat SWAB antigen 1x24 jam

4. Masker 3 lapis dan masker kain

5. Sarung tangan karet latex

Sarung tangan karet latex dan masker tiga lapis (masker kainnya ketinggalan di foto, euy)

Saat tes SKD, aku berangkat pada pukul setengah enam pagi karena pada pukul setengah tujuh pagi sudah harus berkumpul untuk menjalani pemeriksaan. Awalnya para peserta berbaris rapi dengan menjaga jarak, setelahnya masing-masing dari kami melalui pengecekan suhu. Lalu kami menjalani pengecekan kelengkapan peserta seperti KTP dan sejumlah dokumen yang sudah dipersiapkan sebelumnya seperti kartu akun, kartu pendafataran, kartu ujian, dan surat-surat bukti guna menjaga protokol kesehatan. Setelah semua dirasa lengkap, kami diberikan nomor untuk penitipan tas. Jadi yang harus dibawa masuk hanyalah pensil kayu dan kartu ujian. Seluruh tubuh diperiksa dengan alat pendeteksi, setelah itu kami berbaris kembali untuk melakukan scan barcode dan face recognition guna mendapatkan pin registrasi. Kemudian satu-persatu dari kami berjalan menuju kursi di ruang steril. Saya hampir terkantuk-kantuk disana menunggu para peserta sampai selesai menjalani scan barcode. Sekitar pukul delapan tepat, kami berbaris kembali untuk memasuki ruang ujian. Kedua tangan kami yang menggunakan sarung tangan karet latex disemprotkan hand sanitizer dulu pastinya. Fhuh, kali ini kegugupanku sedikit menurun. Saya merasa semakin siap kala itu. Panitia menunjukkan tontonan peraturan disertai petunjuk pengerjaan tes sebelum tes SKD dimulai. Setelah itu dilanjutkan berdoa. Kemudian kami menjalani tes SKD dengan khidmat. Hening. Suasana hanya terdengar suara mouse saling bersahutan, klik.. klik.. klik... setelah tersisa tujuh menit, aku pun menyelesaikan tes dan mengisi kuisioner tentang pelayanan yang diberikan. setelah itu aku menulis skor yang sudah muncul di layar monitor. lalu aku pun mengangkat tangan kepada panitia untuk meminta ijin meninggalkan ruangan. Panitia pun memberikanku petunjuk kemana untuk melangkah. Aku pun berjalan lurus hingga menemui panitia lainnya yang memintaku untuk membuang kertas coret-coretan ke tempat sampah di sesaat setelah belok kiri menuju pintu keluar, belok kanan, lurus dan masuk lagi di dekat pintu masuk untuk mengambil tas di penitipan.

Walaupun aku merasa skorku jauh berbeda dengan hasil tryout yang aku jalani beberapa bulan ini. Setidaknya aku merasa bersyukur karena bisa lolos dan di atas batas minimal. Sebelum pulang, aku kembali memasuki pintu masuk karena ingin mengambil kembali rautan dan penghapusku yang sebelumnya diminta. Lalu keluar kembali dan menunggu jemputan sambil membuka youtube di live score BKN Surabaya guna melihat skor nilai dan peringkat yang terpampang disana. Tidak lupa ku download sertifikat skor SKD melalui website https://sertificat.bkn.go.id/. Caranya mudah sekali, tinggal memasukkan NIK KTP dan memasukkan nomor peserta pada kartu ujian, dan memilih tipe seleksi, tinggal unduh deh!

Aku merasa bersyukur kepada Tuhan karena telah mengijinkanku untuk berusaha dan meraih kesempatan kedua untuk mencoba melakukan tes CPNS pada tahun ini. Apapun hasilnya, tidak akan mengurangi rasa syukur ini. Satu hal yang aku pelajari dari pengalaman ini: Kita harus selalu optimis dan percaya diri baik sebelum tes maupun saat menjalani tes. Tidak lupa kita harus tetap bersyukur apapun hasilnya nanti. Yang harus diingat adalah makna sebenarnya sepanjang kita berjuang menghadapi tes bahwa sebenarnya musuh terbesar kita bukanlah pesaing-pesaing kita di luar sana. Bukanlah para peserta tes yang ikut berjuang bersama kita. Namun sebenarnya musuh kita adalah diri kita sendiri (malas, terlalu banyak berpikir/ overthinking, dan kurang percaya diri). Nah, kita juga harus berterima kasih kepada Tuhan dan kepada diri sendiri. Yap, kita juga harus merasa bangga dan berterima kasih kepada diri kita, kepada tubuh kita karena telah ikut berjuang bersama kita selama ini. Teruntuk kalian yang sudah menjalani tes SKD, selamat ya karena kalian hebat dan teruntuk kalian yang belum menjalani tes, semangat kawan! Teruntuk kita semua, salam SUKSES selalu!

 

Siap menjalani tes SKD!

 













Terima kasih-ku untukmu yang sudah mengantar-jemput












Good Luck untuk kita SEMUA!


Jumat, 08 Mei 2020

BLOG COMPETITION: Kebaikan Ramadan Tak Terhalang Wabah


Sebelum berbicara tentang kebaikan, adakalanya kita mengetahui apa itu ‘baik’? Berdasarkan kamus Besar Bahasa Indonesia, baik adalah elok, patut, teratur, tidak ada celanya, berguna, pulih, selamat. Jadi dapat disimpulkan bahwa ‘kebaikan’ itu artinya sifat yang baik, namun sesuai aturan norma yang berlaku.
Pada bulan Ramadan ini ada baiknya kita sebagai umat manusia melakukan sejumlah kebaikan seperti bulan Ramadan sebelumnya. Dengan begitu kita akan mendapatkan sejumlah manfaat dan pahala untuk diri kita maupun orang lain. Melakukan kebaikan di bulan Ramadan ini bisa dengan menolong kerabat keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi. Kita juga bisa memberikan orang-orang sedekah sesuai dengan kemampuan diri masing-masing, Selain itu kita juga dapat menunaikan zakat kepada yang berhak menerimanya, seperti fakir, miskin, ‘amil, mu’allaf, orang yang memiliki hutang, dan orang-orang rantau. Dapat pula melakukan kebaikan dengan menepati janji kepada Allah SWT maupun kepada orang lain.
Melakukan kebaikan itu tidak harus selalu melakukan kebaikan kepada orang lain, namun juga terhadap diri kita sendiri. Melakukan kebaikan terhadap diri sendiri itu bisa dengan mengapresiasi diri sendiri. Dengan mengapresiasi atau menghargai diri sendiri, kita akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Diri ini memanglah banyak kekurangan, akan tetapi dapat diimbangi dengan menemukan sejuta kelebihan yang kita miliki yakni dengan cara menghargai diri sendiri. Dengan menghargai diri sendiri kita sebagai manusia dapat jauh lebih bersyukur daripada sebelumnya. Selain itu, kita juga dapat mengenali apa arti dari bersabar. Pada bulan Ramadan ini banyak rintangan yang dijalani seperti melakukan puasa yakni menahan lapar dan haus hingga menjelang maghrib. Sepanjang waktu tersebut kita harus menahan emosi yang berlebihan dengan cara bersabar. Ujian yang datang tersebut akan segera terlewati dengan belajar untuk menahannya.
Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan, bulan Ramadan kali ini berbeda dengan bulan Ramadan sebelum-sebelumnya. Ya, bulan Ramadan kali ini seluruh umat manusia didampingi oleh musim wabah covid-19. Wabah dimana kini membuat seluruh umat manusia di dunia menjadi kalut. Apa itu wabah covid-19? Covid-19 ialah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru ditemukan pada tahun 2019 kemarin. Gejalanya bermacam-macam. Pada umumnya seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, maupun diare. Apabila sudah kesulitan bernafas, maka sebaiknya segera mencari pertolongan medis karena akan dapat merenggut nyawa. Virus ini dapat menyebar melalui orang yang tertular covid-19 dan memercikkan air dari hidung ataupun mulut. Orang-orang yang menyentuh bekas air tersebut, menggosokkannya ke wajah, area mata, mulutnya, maka akan ikut tertular juga.
Pada akhirnya bulan Ramadan saat ini pun dijalani dengan penuh perlindungan. Biasanya orang-orang melakukan ibadah salat tarawih berjamaah di masjid menjadi terhambat. Hal itu dikarenakan pencegahan penularan dengan menjaga jarak terhadap orang-orang setidaknya sepanjang 1 meter. Hal teraman yang dilakukan saat ini adalah dengan mengisolasi diri di rumah, Namun bulan Ramadan yang berbeda saat ini tidak akan dapat menjadi penghalang kita untuk melakukan kebaikan kepada diri sendiri maupun orang lain. Kita dapat menepati janji kepada Tuhan untuk selalu beribadah tepat waktu. Kita masih dapat menahan lapar dan haus maupun melewati kesulitan kita selama masa pandemic ini dengan bersabar dan selalu meminta pertolongan kepada Tuhan agar kita semua dapat melewati masa isolasi diri tanpa ada yang tertular lagi satu sama lain. Setidaknya kita harus mensyukuri hari ini dimana kita masih dilindungi oleh Tuhan selama menjalani kemelut dari wabah ini.
Selain itu, kita juga masih dapat melakukan kebaikan kepada orang lain dengan bersedekah maupun memberikan zakat. Namun dengan satu syarat, yaitu dengan selalu menjaga diri dengan menggunakan masker saat keluar rumah demi diri sendiri maupun orang lain. Menjaga untuk tidak bersin, keluar rumah apabila ada hal yang mendesak saja, maupun tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain itu juga termasuk dalam melakukan kebaikan dengan orang lain. Setidaknya dengan melakukan hal-hal tersebut, dapat mencegah dan mengurangi umat manusia yang tertular virus tersebut.
Namun dari hal itu semua, melakukan suatu kebaikan tidak perlu menunggu bulan yang tepat seperti saat bulan Ramadan misalnya. Manusia memiliki kelebihan dalam menjalankan suatu pilihan jika disertai dengan kemauan. Jadi melakukan kebaikan terhadap orang lain maupun terhadap diri-sendiri dapat dilakukan selama memiliki kemauan. Menunggu untuk melakukan kebaikan di bulan Ramadan pun akan menjadi alasan. Selama manusia memiliki kemauan, bulan Ramadan maupun bulan-bulan lainnya pun dapat kita terjang dalam melakukan kebaikan. Covid-19 pun tidak akan menjadi penghalang kita lagi untuk melakukan kebaikan yang disertai dengan batasan-batasan. Dengan batasan-batasan itu kita juga akan menjadi jauh lebih bersyukur karena sampai hari ini pun kita masih diizinkan Tuhan untuk melakukan kebaikan kepada orang lain, walaupun selama masa pandemi sekalipun. 


Referensi:
https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3771543/siapa-saja-orang-orang-yang-berhak-menerima-zakat diakses pada tanggal 8 Mei 2020
https://kbbi.web.id/baik diakses pada tanggal 8 Mei 2020


"Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition "Ceritaku Dari Rumah" yang diselenggarakan oleh Ramadan Virtual Festival dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan"

Kamis, 21 November 2019

Lagu-Lagu JKT48 Pembawa Semangat!

Sudah lama sejak JKT48 berdiri, aku begitu antusias karenanya. Namun tidak terlalu seantusias para penggemar idola JKT48. Aku akui tidak banyak yang aku ketahui tentang JKT48. Namun yang aku sukai selama ini adalah semangat juang para member dalam meraih impian mereka dan secara keseluruhan hal itu semua tertuang ke dalam lagu-lagu yang mereka sampaikan. Karena semua member selalu mengeluarkan keringat usaha dan semangat dalam setiap penampilan, aku tidak bisa memilih salah satu dari mereka. Mereka 'ada', berdiri. dan berjuang bersama. Itu yang aku tahu dari JKT48.

Oh ya, sebenarnya aku sangat.. sangat.. suangaattt berterima kasih dengan JKT48. Berkat lagu-lagu yang mereka sampaikan, aku menjadi selalu termotivasi dengan hari-hariku. Setiap hari saat aku perjalanan kemana pun, aku selalu mendengarkan lagu-lagu mereka. Lagu yang lebih sering aku nyalakan melalui playlistku berjudul Yuuhi wo Miteiruka (Apakah Kau Melihat Mentari Senja). Saking sukanya nih ya sama lagu-lagu JKT48, aku menjadikan dua lagu yang menurutku memang menjadi senjata pengukil dalam menjalani hari-hariku dalam mengerjakan skripsi, yakni Mae Shika Mukanee (Hanya Lihat Ke Depan) dan RIVER.

 Beberapa kali aku ingin menyerah. Namun saat mendengarkan lagu JKT48, seakan-akan nyanyian itu bersenandung di telingaku bahwa menyerah hanyalah jeruji besi yang terus saja mengekangku. Aku tidak bisa melanjutkan mimpiku apabila aku terus-menerus hanya menoleh dan melihat skripsi yang tertunda. Aku ingin menjadi nekad dan mencoba melemparkan batu seperti apa yang JKT48 katakan. Aku harus melanjutkan penelitianku yang hanya tinggal setengah jalan. Walaupun banyak rintangan yang aku hadapi nantinya seperti arus deras di sungai yang aku lewati, aku yakin akan berakhir menuju tepian. Alhasil, beginilah akhir dari gambaran skripsi yang telah berhasil aku selesaikan...


Aku cukup bersyukur, karena selain dukungan dari orang-orang terdekatku, JKT48 juga telah cukup banyak membagi keringat dan air mata sehingga dapat memicu semangatku untuk melakukan hal yang sama. Seperti cuplikan lirik yang dinyanyikan oleh JKT48:

Berapa banyak lagi mimpi yang kan kulihat
Kami adalah sang generasi penerus
Siap menguras keringat
Agar tidak menyesal
 
Berapa banyak lagi mimpi yang kan kulihat
Semangat ini ku simpan di dalam hati
Ayo teman-teman semua
Kita kejar musim yang berkilau
 
Setelah perjuangan selama 4 tahun kemudian, aku siap kembali bertunas untuk menjadi generasi penerus agar tidak menyesal di kemudian hari. Seperti JKT48, aku ingin berbagi pula semangat yang kurasakan dengan orang-orang lainnya, aku berdiri, menepuk bahu mereka sembari berkata: Mari kita wujudkan mimpi bersama-sama. Teruntuk JKT48, Terima Kasih dan Teruslah Mengepakkan Sayap ke Langit! Saya akan terus mendukung kalian semua!!!!

Sebagai bonus, akan aku lampirkan lagu-lagu JKT48 yang aku tampilkan judul-judul di atas sebelumnya yaa. Sampai jumpa lagi..!!!!!!



Hasil gambar untuk gif imut bergerak

JKT48 - RIVER!

(referensi lirik: http://danketsujkt48.blogspot.com/2013/06/lirik-lagu-akb48-jkt48-river.html)

Majulah ke depan! (Got it!)
Janganlah berhenti! (Got it!)
Tujuan tempat matahari terbit
Ayo langkah di jalan harapan

Penghalang adalah River! River! River!
Dan Yang membentang River!
Takdirnya! River! River! River!
Akan diuji River!

Buanglah keraguanmu! Tunjukkan nyalimu!
Jangan ragu! Skarang juga
Satu langkah maju! Believe Yourself!

Ayo maju Majulah kedepan
Sebrangi sungai!!
Ho! Ho! Ho! Ho!

Mimpi itu selalu Terlihatnya jauh
Dan Jaraknya terasa tidak tercapai
Batu di bawah kaki ayo Ambillah satu
Jadilah nekat dan Coba lemparkan!

Tepat di depan matamu Ada sungai mengalir
Luas..... Sebuah sungai yang besar
Walaupun gelap dan dalam
Walaupun arusnya deras
Tidak perlu ketakutan Walaupun kau terpisah
Ya, tepian pasti ada
Lebih percayalah pada dirimu

Di tengah Keg'lapan! Ayo terus Berenang!
Janganlah Berbalik!
Ho! Ho! Ho! Ho!

Bila merentangkan Tangan disana masa depan
Jangan Menyerah untuk yang tidak tercapai
Batu yang t'lah dilemparkan, mengabulkan impian
Suara jatuhnya pun takkan terdengar

Di dalam hatimu juga Ada sungai mengalir
Cobaan sungai berat dan pedih
Walau tak berjalan baik
Walau terkadang tenggelam
Tak apa mengulang lagi
Dan janganlah menyerah
Disana pasti ada tepian
Suatu saat kau pasti akan sampai


Get over it!
River!

AH- AH- AH- AH- AH-
Jangan alasan untuk diri sendiri!
AH- AH- AH- AH- AH-
Jika tak dicoba tak akan tahu
AH- AH- AH- AH- AH-
Tiada jalan selain maju (maju....) slalu (slalu...)
Teruslah melangkah di jalan yang kau pilih!

Tepat di depan matamu Ada sungai mengalir
Luas..... Sebuah sungai yang besar
Walaupun gelap dan dalam
Walaupun arusnya deras (ayolah... ayolah... ayolah ayolah ayolah....)
Tidak perlu ketakutan (Ho!!!......)
Walaupun kau terpisah (Ho!!!......)
Ya, tepian pasti ada
Lebih percayalah pada dirimu

Di dalam hatimu juga Ada sungai mengalir
Sungai keringat dan air mata
Walaupun kau pernah gagal
Walau dirimu terbawa arus (ayolah... ayolah... ayolah ayolah ayolah....)
Tak apa terulang lagi (Ho!!!......)
dan Janganlah mengeluh (Ho!!!......)
Genggamlah selalu impianmu
Sampai suatu saat mimpimu terkabul
Ayo sebrangilah! You can do it!
 
 
 
Gambar terkait
JKT48~Mae Shika Mukanee (Hanya Lihat Ke Depan)

(referensi lirik: https://style.tribunnews.com)

Hanya lihat ke depan
Karena jika menoleh
Air mata ini akan terlihat
Memandang jauh ke depan
Dan membulatkan tekad
Ayo melangkah kesana..


Bertemu denganmu dan selalu bersama
Masa remaja kita yang penuh kenakalan
Kita tahu bahwa hal yang teramat penting
‘tuk kehidupan ini berada di masa depan
Walaupun sekarang menyenangkan
Tapi, tak akan berlanjut selamanya
Jangan terus terbuai


REFF
Hanya lihat ke depan ‘tuk terakhir kalinya
Biarkan ku tampil dengan keren
Walau aku masih takut pada tempat yang baru
Tidak ada kata mundur...
Jika berpaling ke jalan di belakang
Hanya ada angin yang bertiup


Saat ku jatuh cinta kemudian patah hati
Lalu seperti anak kecil berdiri di ayunan
Kata-kata yang kotor semua kuteriakan
Di saat itu pun kamu tetap menemani aku
Walau seberat apapun
Kesedihan tak berlanjut selamanya
Ayo hadapilah!


REFF
Hanya lihat ke depan, saatnya berpisah
Percayalah pada hari esok
Walaupun tiada dirimu, walaupun tiada aku
Tetap bisa hidup sendiri
Walau berjalan di jalur berbeda
Langit yang luas menghubungkan kita
Saatnya ‘tuk berangkat
Ayo buanglah semua kenangan..

REFF
Hanya lihat ke depan ‘tuk terakhir kalinya
Biarkan ku tampil dengan keren
Walau aku masih takut pada tempat yang baru
Tidak ada kata mundur...
Jika berpaling ke jalan di belakang
Hanya ada angin yang bertiup




Gambar terkait
JKT48~Tsugi no Season (Musim Yang Selanjutnya) 

(referensi lirik: https://jogja.tribunnews.com/2019/02/07/lirik-lagu-terbaru-jkt48-musim-yang-selanjutnya-tsugi-no-season.)
 
Angin musim gugur meniup dahan pohon
Selembar daun pun terjatuh
Ku melihat punggungnya yang sedang menari
Dengan lembut dan indahnya


Kita yang ditinggalkannya
Di tempat kita berada
Suatu saat kita pergi
ke masa depan


Berapa banyak lagi mimpi yang kan kulihat
Kami adalah sang generasi penerus
Siap menguras keringat
Agar tidak menyesal


Berapa banyak lagi mimpi yang kan kulihat
Semangat ini ku simpan di dalam hati
Ayo teman-teman semua
Kita kejar musim yang berkilau


Jika musim dingin yang panjang berakhir
Sinar mentari terasa nikmat
Mimpi yang kita lihat pun seakan akan
Bagai tunas yang mulai tumbuh


Hari itu kakak kelas
Berhasil membuatnya mekar
Bagaikan bunga berikutnya
Kini giliranku


Jangan buru-buru memulai perjalanan
Di dahan berikutnya tunas baru menunggu
Musim dan kesempatanmu
Akan terus datang dan pergi


Jangan buru-buru memulai perjalanan
Sambil membanggakan hidup yang kujalani
Estafet generasi yang terus berjalan
Ayo lanjutkan!


Berapa banyak lagi mimpi yang kan kulihat
Kami adalah sang generasi penerus
Siap menguras keringat
Agar tidak menyesal


Berapa banyak lagi mimpi yang kan kulihat
Semangat ini ku simpan di dalam hati
Ayo teman-teman semua
Kita kejar musim yang berkilau

Setelah kita berjuang
Kan meluas di langit biru

~EnD

Sabtu, 02 November 2019

Kepo-in Sybil melalui Film, novel, serta riwayat hidup Dari Sudut Pandang Psikologi, yuk! (PART 5)~END

Psikoanalisis ala Sigmund Freud



"Before you diagnose yourself with depression or low self-esteem, first make sure you are not, in fact, surrounded by assholes"~Sigmund Freud



Menurut saya, terapi yang digunakan oleh Dr Wilbur dalam proses pengintegrasian kepribadian Sybil ialah terapi psikoanalisis (Sigmund Freud). Jika dilihat dari bagaimana cara Sybil selalu diminta untuk bercerita apapun mengenai dirinya sembari berbaring di atas kursi panjang dengan nyaman pada saat sesi konseling. Sementara Dr Wilbur mendengarkan kliennya bercerita sambil sesekali melontarkan pertanyaan pada klien. Tidak lupa Dr Wilbur juga merekam seluruh sesi konseling dengan alat perekam yang saat itu masih menggunakan alat dan pita perekam yang besar. Selain itu, dapat diketahui Sybil menjalani terapi Dr Wilbur selama 11 tahun. Itu pun juga harus didasarkan dengan komitmen, kepercayaan, serta kemauan kuat dari diri si klien.


Yap, melalui penggunaan teori psikoanalisis, kita dapat mengetahui secara jelas bahwa faktor penyebab yang paling utama ialah pengalaman traumatis yang berupa kekerasan/ penyiksaan secara fisik hingga pelecehan seksual yang dilakukan oleh ibunya sendiri. Dikarenakan tidak terlalu kuat menanggung beban traumatis tersebut, maka tanpa sadar subjek seperti menciptakan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism) dengan cara menciptakan kepribadian lain di luar kesadarannya agar terlepas dari rasa traumatik hebat yang dialaminya sejak dini.



Nah, demikian bahasan film Sybil dari sudut pandang Psikologi. Secara pribadi, saya lebih menikmati film Sybil remake 2007. Namun film Sybil (1973) tidak kalah menarik untuk ditonton. Tapi mungkin hanya membuat saya sedikit mengantuk, durasi 3 jam boo, wkwk! Tapi kisahnya lebih detail lah. Intinya sih kedua film itu mewakili kisah Sybil yang sebelumnya sudah diterbitkan dalam bentuk buku.

Kalau menurutku sih, masih sulit ditemukan download kedua versi film Sybil dengan subtitle Indonesia. Kalau sudah begini sih, mau nggak mau ilmu bahasa Inggris dengan campuran bumbu keSOTOYan kudu dipakai. Bah!

Siapapun yang berbaik hati.. tolong dong buatin subtitle Indonesia untuk film ini. Aku doakan semoga panjang umur, makin makmur, makin ganteng/ cantik, sehat selalu, de el el... semuanyaa deh! Amiiinnn... =^^=

Sekedar memberitahukan bahwa pembahasan kali ini merupakan hasil gabungan dari pembahasan-pembahasan sebelumnya (catatan fb waktu SMA/2011 dan tulisan dari blog saya-Go Blog Harian Saya/ 2013). Namun hasil daripada tulisan itu tidak luput dari berbagai referensi dan ilmu pengetahuan yang saya dapat sehingga semakin mengembangkan apa yang saya tulis.

Akhir cerita, film ini sangat berkesan dan menjadi tontonan yang menarik untuk didiskusikan oleh para mahasiswa terutama mereka yang mengambil jurusan Psikologi serta sebagai pembelajaran untuk masyarakat yang masih awam mengenai gambaran mengenai gangguan tersebut.
 

Demikian saya ucapkan terima kasih pada teman-teman pembaca yang sudah dibela-belain mampir (walk to walk) kesini!





Aijin Isbatikah

Mahasiswa (Psi) & Pengamat Film



Referensi:

Catatan Facebook Admin Blogger (Aijin Dari Goa Hantu)

Tulisan Blog Admin dari entri sebelumnya (Go Blog Harian Saya/ 2013)

Drs. Jalaludin Rakhmat, M.Sc. 2008. Psikologi Komunikasi. Bandung. PT Remaja Rosdakarya

Gladding, T. Samuel. (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh. Jakarta


http://dosenpsikologi.com/kepribadian-ganda diunduh pada tanggal 11 September 2017


http://www.kompasiana.com/dinioktaviani/dissociative-identity-disorder-did_552c02c06ea834b8168b45b9 diunduh pada tanggal 11 September 2017