pesan pembuka dan penutup

Tampilkan postingan dengan label review film psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review film psikologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 November 2019

Kepo-in Sybil melalui Film, novel, serta riwayat hidup Dari Sudut Pandang Psikologi, yuk! (PART 5)~END

Psikoanalisis ala Sigmund Freud



"Before you diagnose yourself with depression or low self-esteem, first make sure you are not, in fact, surrounded by assholes"~Sigmund Freud



Menurut saya, terapi yang digunakan oleh Dr Wilbur dalam proses pengintegrasian kepribadian Sybil ialah terapi psikoanalisis (Sigmund Freud). Jika dilihat dari bagaimana cara Sybil selalu diminta untuk bercerita apapun mengenai dirinya sembari berbaring di atas kursi panjang dengan nyaman pada saat sesi konseling. Sementara Dr Wilbur mendengarkan kliennya bercerita sambil sesekali melontarkan pertanyaan pada klien. Tidak lupa Dr Wilbur juga merekam seluruh sesi konseling dengan alat perekam yang saat itu masih menggunakan alat dan pita perekam yang besar. Selain itu, dapat diketahui Sybil menjalani terapi Dr Wilbur selama 11 tahun. Itu pun juga harus didasarkan dengan komitmen, kepercayaan, serta kemauan kuat dari diri si klien.


Yap, melalui penggunaan teori psikoanalisis, kita dapat mengetahui secara jelas bahwa faktor penyebab yang paling utama ialah pengalaman traumatis yang berupa kekerasan/ penyiksaan secara fisik hingga pelecehan seksual yang dilakukan oleh ibunya sendiri. Dikarenakan tidak terlalu kuat menanggung beban traumatis tersebut, maka tanpa sadar subjek seperti menciptakan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism) dengan cara menciptakan kepribadian lain di luar kesadarannya agar terlepas dari rasa traumatik hebat yang dialaminya sejak dini.



Nah, demikian bahasan film Sybil dari sudut pandang Psikologi. Secara pribadi, saya lebih menikmati film Sybil remake 2007. Namun film Sybil (1973) tidak kalah menarik untuk ditonton. Tapi mungkin hanya membuat saya sedikit mengantuk, durasi 3 jam boo, wkwk! Tapi kisahnya lebih detail lah. Intinya sih kedua film itu mewakili kisah Sybil yang sebelumnya sudah diterbitkan dalam bentuk buku.

Kalau menurutku sih, masih sulit ditemukan download kedua versi film Sybil dengan subtitle Indonesia. Kalau sudah begini sih, mau nggak mau ilmu bahasa Inggris dengan campuran bumbu keSOTOYan kudu dipakai. Bah!

Siapapun yang berbaik hati.. tolong dong buatin subtitle Indonesia untuk film ini. Aku doakan semoga panjang umur, makin makmur, makin ganteng/ cantik, sehat selalu, de el el... semuanyaa deh! Amiiinnn... =^^=

Sekedar memberitahukan bahwa pembahasan kali ini merupakan hasil gabungan dari pembahasan-pembahasan sebelumnya (catatan fb waktu SMA/2011 dan tulisan dari blog saya-Go Blog Harian Saya/ 2013). Namun hasil daripada tulisan itu tidak luput dari berbagai referensi dan ilmu pengetahuan yang saya dapat sehingga semakin mengembangkan apa yang saya tulis.

Akhir cerita, film ini sangat berkesan dan menjadi tontonan yang menarik untuk didiskusikan oleh para mahasiswa terutama mereka yang mengambil jurusan Psikologi serta sebagai pembelajaran untuk masyarakat yang masih awam mengenai gambaran mengenai gangguan tersebut.
 

Demikian saya ucapkan terima kasih pada teman-teman pembaca yang sudah dibela-belain mampir (walk to walk) kesini!





Aijin Isbatikah

Mahasiswa (Psi) & Pengamat Film



Referensi:

Catatan Facebook Admin Blogger (Aijin Dari Goa Hantu)

Tulisan Blog Admin dari entri sebelumnya (Go Blog Harian Saya/ 2013)

Drs. Jalaludin Rakhmat, M.Sc. 2008. Psikologi Komunikasi. Bandung. PT Remaja Rosdakarya

Gladding, T. Samuel. (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh. Jakarta


http://dosenpsikologi.com/kepribadian-ganda diunduh pada tanggal 11 September 2017


http://www.kompasiana.com/dinioktaviani/dissociative-identity-disorder-did_552c02c06ea834b8168b45b9 diunduh pada tanggal 11 September 2017

Selasa, 29 Oktober 2019

Kepo-in Sybil melalui Film, novel, serta riwayat hidup Dari Sudut Pandang Psikologi, yuk! (PART 4)

Definisi Mendalam DID
Clara, Helen, Marcia, Marjorie, Mary, Mike (man), Nancy Lou Ann Baldwin, Peggy Ann Baldwin, Peggy Lou Baldwin, Ruthie, Sid (man), Sybil Ann, Sybil Isabel Dorsett, Vanessa Gaile, Victoria Antoniette Shcarleu (Vicky) dan last interpersonality (the Blonde)
Di dalam dunia Psikologi, gangguan kepribadian tersebut dikenal dalam istilah Dissociative Personality Disorder atau kalau sekarang telah diubah menjadi istilah Dissociative Identity Disorder (DID). Dissociative Identity Disorder atau DID adalah kondisi berat dimana kepribadian seseorang terbagi menjadi dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Salah satu kepribadian dapat mengambil alih kepribadian utama dalam suatu individu atau seseorang. (www.dosenpsikologi.com/kepribadian-ganda)

Menurut Nevis, Rathus dan Greene (Psikologi Abnormal, 2005), psikologi kepribadian ganda adalah apabila seseorang atau individu memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda, atau juga dapat disebut sebagai kepribadian pengganti. Masing-masing kepribadian tersebut dapat memiliki ingatan yang spesifik dan juga sifat yang spesifik dalam tubuh satu orang. Dalam beberapa kasus, kepribadian-kepribadian tersebut dapat menunjukkan hasil pemeriksaan medis yang berbeda – beda.

Berdasarkan kisah Sybil jika dikaitkan dengan keterangan dari DSM-IV-TR, kriteria untuk DID, yakni diantaranya sebagai berikut:

1) Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang tersebut. (Tanpa disadari, Sybil hidup bertahun-tahun dengan 16 kepribadian lainnya. Masing-masing memiliki kepribadian yang berbeda).

2) Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut/ switching. (Dapat diketahui dari Sybil yang tiap kali terbangun di tempat yang tidak dikenalnya, barang-barang termasuk berbagai jenis pakaian yang berbeda-beda di dalam lemarinya. Seakan-akan bukan hanya Sybil yang tinggal di tempat itu).

3) Adanya ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berkenaan dengan dirinya yang terlalu luar biasa untuk dianggap hanya sebagai lupa biasa.

(Seringkali terdistorsi waktu yang manakala Sybil merasa kehilangan waktu dalam jangka panjang yang tidak pernah diingatnya, misal: seakan-akan baru terbangun dari tidur dan baru menyadari bahwa ia telah melewatkan hari sekitar 1 Minggu/ bulan tanpa ingat apa yang sudah dilakukannya sepanjang durasi waktu tersebut).

4) Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efek psikologis dari substansi seperti alkohol atau obat-obatan atau karena kondisi medis seperti demam. (Berdasarkan hasil analisis Dr. Wilbur, ditemukan penyebab hadirnya gangguan tersebut yakni dari sejumlah traumatik yang dialami oleh Sybil sejak dini).





To be continued...






Aijin Isbatikah

Mahasiswa (Psi) & Pengamat Film



Referensi:


Catatan Facebook Admin Blogger (Aijin Dari Goa Hantu)


Tulisan Blog Admin dari entri sebelumnya (Go Blog Harian Saya/ 2013)


Drs. Jalaludin Rakhmat, M.Sc. 2008. Psikologi Komunikasi. Bandung. PT Remaja Rosdakarya


Gladding, T. Samuel. (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh. Jakarta




http://dosenpsikologi.com/kepribadian-ganda diunduh pada tanggal 11 September 2017





http://www.kompasiana.com/dinioktaviani/dissociative-identity-disorder-did_552c02c06ea834b8168b45b9 diunduh pada tanggal 11 September 2017

Rabu, 23 Oktober 2019

Kepo-in Sybil melalui Film, novel, serta riwayat hidup Dari Sudut Pandang Psikologi, yuk! (PART 3)

Dr Willbur dan kepribadian yang terpecah

Menjelang dewasa, Sybil merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Dia sering merasa melupakan waktu. Jadi begini, di saat pagi hari dia berangkat kerja dan beraktivitas seperti biasanya, tiba-tiba dia merasa lupa dengan waktu lainnya, lebih sering tepatnya waktu hampir malam. Dia tidak mengingat sama sekali kapan meletakkan gaun baru di lemari, sehabis bekerja dia kemana, ataupun lainnya. Lalu dia memeriksakan diri di psikiater (Dr. Willbur). Namun ibunya menghalangi pertemuan mereka dengan memberitahukan bahwa Sybil sakit. Hari-hari pun kian berlanjut yang berakhir dengan Dr Willbur yang akhirnya pindah di Ohama. Namun kesempatan terapi muncul kembali di saat ibunya telah tiada. Sybil mendengar berita bahwa Dr Willbur sedang berada di New York. Kemudian Sybil memutuskan untuk mencarinya. Lalu setelah terapi dengan menceritakan waktunya yang sering hilang tanpa disadari, Sybil didiagnosa menderita gangguan Fugue. Gangguan ini merupakan gangguan amnesia yang lebih berat dari gangguan dissociative amnesia. 

Keduanya memang sama-sama melupakan identitas aslinya, namun dissociative fugue lebih berat daripada salah satu sebelumnya. Gangguan itu dapat membuat seseorang meninggalkan rumah dan pekerjaannya, lalu membentuk identitas baru serta segala kebutuhan hidup yang baru seperti membangun rumah baru, pekerjaan baru dan kepribadiannya baru pula. Akan tetapi, setelah sadar (istilahnya sembuh sementara), si penderita tidak mengingat kembali apa yang ia lakukan ketika menderita gangguan fugue tersebut. Kemudian Dr Willbur membantunya, lantas menemukan beberapa kepribadian yang merasuki dirinya. Totalnya sepanjang 16 kepribadian.

Seingatku waktu itu, Sybil dihipnotis oleh beliau dan membuatnya terkejut dengan kepribadian yang muncul secara tiba-tiba. Banyak pertentangan, pertikaian, serta perdebatan antara Dr Willbur dengan berbagai kepribadian Sybil yang selalu keluar silih-berganti tanpa ditebak secara pasti. Beliau mencoba untuk berteman dengan kepribadian-kepribadian Sybil. Pada akhirnya, beliau berhasil menemukan titik fokus dari kepribadian Sybil yang terpecah yaitu kenangan-kenangan lama yang penuh sakit dan luka sehingga membuatnya tertekan dan tidak mampu untuk membendung semua perasaan yang selalu ditahannya. (nama-nama 16 kepribadian:)

(Keenam belas nama dari kepribadian Sybil terdapat di notes at my facebook):) 



Masing-masing pribadi itu berbeda satu sama lain dan dari Sybil; semua tahu akn adanya Sybil dan pribadi-pribadi lainnya. Akan tetapi Sybil sendiri tidak mengetahui tetnag yang lain sampai Dr. Wilbur menceritakannya. (Hal. 319)



Interpersonal communication --->Dr Wilbur dan Sybil

Kepribadian Sybil yang terpecah adalah kepingan-kepingan kecil dirinya yang sudah lama terpisah dengan rasa frustasi tingkat tinggi. Kepingan trauma yang terpecah dari kepribadiannya yang masih berusia kanak-kanak hingga dewasa. Dr Willbur berusaha selama 11 tahun untuk menyamakan kesebelas kepribadian itu dalam satu personal. Pada akhirnya Sybil mengeluarkan segala uneg-uneg kebenciannya pada ibunya yang selalu menyiksanya serta merasakan dosa yang sangat besar karena telah membenci ibunya sendiri. Setelah itu, Sybil semakin lama semakin membaik dengan segala kepribadiannya semakin menyatu dalam tiap personal. Kepribadiannya menjadi kepribadian yang baru yaitu sebagai sosok Sybil yang baru!

Tahukah, bahwa setelah penyembuhannya, Sybil dan Dr Willbur menjadi teman yang sangat dekat. Selama masa proses penyembuhan, Sybil merasa memiliki seorang teman sekaligus seseorang yang menyayanginya selain nenek atau ayahnya. Segala perhatian Dr Wilbur membuatnya sangat nyaman sekaligus mempengaruhi keseluruhan perilaku dan proses mentalnya dapat dengan mudah terkendali.

Dalam film ini, Dr Wilbur turut mengajarkan tentang The Use of Pshycology in Communication/ penggunaan psikologi dalam komunikasi kepada Sybil yang selalu memperhatikan kebiasaan/ perilaku  dan perubahan sikap Sybil serta membangun good relationship dengan salah satu pasiennya itu. Namun menurut saya komunikasi yang dihasilkan oleh Dr Wilbur tidak terlalu efektif dikarenakan membutuhkan waktu yang lama untuk mengenal salah satu pasiennya itu, beliau membutuhkan waktu 11 tahun untuk menyatukan kepribadian Sybil. Tetapi dengan profesinya sebagai psikiater dan kesungguhannya dalam mengobati pasiennya, say turut mengacungkan jempol.



To be continued...
                                           




Aijin Isbatikah

Mahasiswa (Psi) & Pengamat Film
Referensi:

Catatan Facebook Admin Blogger (Aijin Dari Goa Hantu)


Tulisan Blog Admin dari entri sebelumnya (Go Blog Harian Saya/ 2013)


Drs. Jalaludin Rakhmat, M.Sc. 2008. Psikologi Komunikasi. Bandung. PT Remaja Rosdakarya

Gladding, T. Samuel. (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh. Jakarta

http://dosenpsikologi.com/kepribadian-ganda diunduh pada tanggal 11 September 2017

Senin, 21 Oktober 2019

Kepo-in Sybil melalui Film, novel, serta riwayat hidup Dari Sudut Pandang Psikologi, yuk! (PART 2)

Ibunya dengan gangguan schizophrenia

Seorang gadis yang terpecah menjadi 16 kepribadian dikarenakan penyiksaan yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri! Jadi sebelum Sybil lahir, ibunya sudah menderita gangguan kelainan dengan nama gejala catatonia dari gangguan schizophrenia. Katanya sih dikarenakan faktor keturunan juga. Jadi kemungkinan dari generasi-generasi sebelumnya hingga gangguan tersebut mengidap pada ibu Sybil.
“Tetapi Dr. Wilbur, kita sudah menjawab persoalan itu. Kita sudah pastikan jawaban terhadap pertanyaan yang bersifat filsafat siapakah saya? Saya adalah saya. Anda adalah anda. Saya berpikir, karena itu saya ada. Ada kalimat latin untuk itu : Cogito ergo sum. Ya itulah dia.” ~Vicky, salah satu personality Sybil

Katanya mas wikipedia, skizofrenia itu seperti salah satu gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi otak manusia (fungi normal kognitif, emosional, dan tingkah laku). Maka dari itu, ibunya Sybil tidak memiliki afeksi/ kasih sayang pada anaknya ditandai dengan penyiksaan yang dilakukannya sedari Sybil kecil, bahkan rasa keibuannya hampir tidak ada! Bayangkan saja,sejak Sybil lahir, yang merawat adalah ayah dan neneknya. Sementara ibunya hanya menyusuinya, tidak lebih. Bahkan tidak pernah mengusap ataupun menyentuh anaknya. Faktor kelainan yang di derita oleh ibunya juga ditandai dengan pembuktian bahwa sebenarnya beliau mengidap skizofrenia dikarenakan dalam hidupnya pernah mengalami keguguran 4 kali dalam kurun waktu 13 tahun dari awal perkawinan. Wanita mana yang tidak tertekan jika mengalami hal seperti itu dan itu membuat beliau menjadi serba emosional, delusi(keyakinan yang salah) serta halusinasi. Sehingga itu membuat beliau merasa ragu untuk memiliki anak dan sering menggendong anak tetangganya dan merawatnya, bahkan sering bergurau akan mengambil bayi dari seorang ibu, waw!!!!!

Sementara Sybil sendiri, sejak kecil selalu disiksa oleh ibunya dengan berbagai perbuatan yang sadis. Dapat diketahui bahwa sejak bayi, dia dirawat oleh ayah dan neneknya. Kadangkala, ibunya sering membawanya diam-diam dan mengikat mulut Sybil dengan kain handuk agar tangisan Sybil tidak terdengar oleh neneknya. Tentu saja, dia sedang disiksa. Sybil pernah disuruh minum susu yang mengandung magnesia. Lalu dia diangkat dan didudukkan di kedua kaki ibunya. Padahal waktu itu, ia sedang mengalami kejang-kejang!>:O Tubuhnya juga sering diangkat, dipukuli dan dilempar dari satu ruangan ke ruangan yang lain!!!!
"Seorang gadis (Sybil) yang mulutnya diikat dan alat kelaminnya dimasukkan sejenis selang panjang yang dimasukkan pada baskom berisi es batu (banyak banget!!!!) Gadis kecil itu menangis,"kasian....>_<"o

Sebenarnya bukan hanya itu, alat kelaminnya pernah dimasukkan bermacam-macam benda berbahaya seperti lampu baterai, botol kosong kecil, kotak perak kecil, gagang pisau makan, pisau perak kecil, dan gesper. Aku bertambah ngeri ketika membaca barisan terakhir ini yang aku ketahui setelah membaca rentetan kisah nyatanya. BAHKAN  pada saat dimandikan, ibunya selalu memasukkan jari di alat kelamin anaknya sendiri. (Aku pikir, INI SUDAH KETERLALUAN!)

Aku sangat sedih ketika membaca rentetan nyatanya lagi di saat Sybil divonis tidak dapat memiliki anak dikarenakan selaput darahnya yang sudah rusak dan penuh dengan sayatan luka. Astaghfirulah!>:( Penganiayaan serta penyiksaan seksual yang dilakukan oleh ibunya sangatlah menyakitkan.
Bagian film yang membuatku tidak habis pikir ketika ibunya mengajak Sybil berjalan mendekati rumah tetangganya dan ibunya buang air besar disana. Aku sudah lupa apa maksud tujuan beliau, namun yang pasti rentetan hidup Sybil mengalami ketekanan mental yang luar biasa. Apalagi semenjak neneknya meninggal, dia tidak menangis sama sekali. Dari situlah dia menjadi hidup tanpa cinta/ kasih sayang dan lambat laun kepribadiannya terpecah dengan ketekanan mental yang tidak dapat ditahan/ dibendung lagi.

To be continued...



Aijin Isbatikah


Mahasiswa (Psi) & Pengamat Film



Referensi:

Catatan Facebook Admin Blogger (Aijin Dari Goa Hantu)
Tulisan Blog Admin dari entri sebelumnya (Go Blog Harian Saya/ 2013)
Drs. Jalaludin Rakhmat, M.Sc. 2008. Psikologi Komunikasi. Bandung. PT Remaja Rosdakarya
Gladding, T. Samuel. (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh. Jakarta
http://dosenpsikologi.com/kepribadian-ganda diunduh pada tanggal 11 September 2017

Minggu, 20 Oktober 2019

Kepo-in Sybil melalui Film, novel, serta riwayat hidup Dari Sudut Pandang Psikologi, yuk! (PART 1)

Entah kenapa sebelum saya menggeluti dunia Psikologi, saya selalu tertarik membaca, menonton film, bahkan mendengar kisah mengenai orang-orang yang dianggap memiliki kepribadian atau perilaku yang berbeda dengan orang lain hingga menyebabkan mereka dianggap sebagai orang yang aneh dan dijauhi, dikucilkan, hingga kebanyakan dianggap gila. Mereka mungkin terlihat normal secara fisik, namun sebenarnya yang terjadi adalah mereka sakit secara psikis. Naasnya, mereka (yang berkepribadian abnormal) yang hidup di tengah-tengah masyarakat yang pada dasarnya awam dan tidak pernah dibekali sejumlah pengetahuan tentang ‘sakit yang tidak terlihat’ tersebut menjadi menderita dan semakin sulit meraba kehidupan yang nyata.

“…tidakkah Anda mengerti bahwa mereka (split personality) adalah bagian-bagian yang berbeda dari orang yang sama?”  ~Dr. Wilbur

 Saya ingat betul pada tahun 2011, saya menonton salah satu film di stasiun tv swasta (Trans 7) waktu larut malam. Suatu hal yang membuatku tertarik adalah  salah satu wujud seorang gadis bertubuh ramping, berambut panjang sebahu (seingatku), kikuk, dan misterius. Sosok tertekannya memperlihatkan sesuatu, namun jelas tidak tampak. Aku pun mulai menontonnya!

 

Dan kalian tahu?! Sesudah menonton film itu sampai the end, esok paginya aku langsung menjelajahi internet dan mencari tentang keseluruhan kebenarannya. Aku tidak menyangka sama sekali bahwa kisah itu memang nyata dan dari keseluruhan film itu, belum mewakili keseluruhan penderitaan kehidupannya. Mungkin jika kalian pernah membaca my note facebook, pasti akan mengingat hasil pencampuran dari beberapa referensi yang pernah aku masukkan (gado-gado kali')!!!!!T_T" Entah kenapa kisah itu mengundang rasa simpati saya pada tokoh utama tersebut sembari berdecak kagum atas perjuangannya.

 

Okay, deh! Langsung saja saya bahas kisah Sybil dari beberapa hasil rangkuman saya (film, buku, serta riwayat hidup) melalui sudut pandang psikologi.

 

Pernahkah kalian mendengar nama ‘Shirley Ardell Mason’? Seorang wanita yang sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya memiliki kepribadian yang terpecah-pecah. kepribadian yang terpecah-pecah itu memiliki kepribadian yang berbeda pula. Misalnya si A yang seharusnya dikenal dengan kepribadian pemalu, selalu berpakaian sederhana, dan tidak banyak bicara di depan anda. Tiba-tiba saja di lain hari, kita bertemu dengan orang yang sama, namun memiliki kepribadian yang jauh berbeda daripada sebelumnya, penampilan yang berbeda, berbicara dengan logat yang berbeda, dan sama sekali tidak mengenali anda. Lalu pada hari berikutnya, anda bertemu dengan si A yang memiliki kepribadiannya yang seperti anda kenal (pemalu, selalu berpakaian sederhana, dan tidak banyak bicara). Pada saat anda melanjutkan obrolan anda pada saat pertemuan terakhir dengannya sebelumnya, si A terlihat bingung dan seolah-olah tidak pernah membicarakannya.

 

Nah, nama tokoh terpenting dalam film tersebut ialah Sybil yang memiliki nama  asli Shirley Ardell Mason (1923 – 1998), wanita asal Dodge Center, Minnesota, Amerika. Menurut mas Wikipedia, isi biodatanya sih gitu yaa...-_-"



To be continued...
Aijin Isbatikah
Mahasiswa (Psi) & Pengamat Film

Referensi:
Catatan Facebook Admin Blogger (Aijin Dari Goa Hantu)
Tulisan Blog Admin dari entri sebelumnya (Go Blog Harian Saya/ 2013)
Drs. Jalaludin Rakhmat, M.Sc. 2008. Psikologi Komunikasi. Bandung. PT Remaja Rosdakarya
Gladding, T. Samuel. (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh. Jakarta
https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/mengenal-penyakit-disosiatif-kepribadian-ganda/ diunduh pada tanggal 11 September 2017
http://dosenpsikologi.com/kepribadian-ganda diunduh pada tanggal 11 September 2017
https://psikologiabnormal.wikispaces.com/Dissociative+Identity+Disorder diunduh pada tanggal 11 September 2017
http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/10/kenali-ciri-orang-yang-memiliki-kepribadian-ganda diunduh pada tanggal 11 September 2017
http://www.kompasiana.com/dinioktaviani/dissociative-identity-disorder-did_552c02c06ea834b8168b45b9 diunduh pada tanggal 11 September 2017

Selasa, 24 September 2019

Mari Analisis Film Lawas (The Machinist) Melalui Sudut Pandang Psikologi Part 5~END

Lanjutan tahapan halusinasi:
  

   a.   Controlling

Karakteristik: berhenti untuk menghentikan perlawanan terhadap halusinasi dan mulai tertarik ke dalam situasi halusinasi.
Perilaku: taat pada perintah halusinasi, sulit berhubungan dengan orang lain, respon perhatian terhadap lingkungan berkurang, tremor dan berkeringat.
Reznik sudah tenggelam dalam pengejaran seorang lelaki yang ia sebenarnya tidak sama sekali, namun keberadaannya memiliki arti kuat yakni bertanggung jawab terhadap semua kekacauan yang dibuat oleh Reznik. Bahkan Reznik benar-benar mengobrol dengan orang-orang yang berasal dari gangguan halusinasinya sendiri. Selain pria misterius berjaket hitam, terdapat orang lainnya seperti seorang wanita janda yang berprofesi pelayan dengan anak laki-lakinya.
Reznik
   b.    Conquering

Karakteristik: pengalaman sensori menjadi mengancam jika orang tersebut mengikuti perintah halusinasi.
Perilaku: panic, resiko tinggi mencederai, bunuh diri atau membunuh, ketidakmampuan berespon terhadap lingkungan.
Reznik mengalami gejala kecemasan dan kepanikan yang luar biasa. Selain tidak mampu membedakan lagi mana yang nyata dan mana yang tidak (ex: melihat foto yang seharusnya terdapat sosok temannya dengan dirinya sendiri, namun  seakan-akan melihat foto dengan gambar salah seorang temannya dengan pria misterius tersebut). Ia merasa kacau balau dan mengatakan bahwa semua orang bersekongkol dengan pria misterius itu. Pada saat ia di tengah-tengah melawan pria misterius itu, Reznik memutuskan untuk membunuhnya dan membuangnya ke laut.
Tidak adanya kepekaan dan dukungan dari lingkungan
Salah satu hal terpenting yang harus kita ketahui bahwa Trevor Reznik ialah seorang lelaki yang kesepian. Hidupnya hanya sendirian, tanpa ditemani siapapun. Ia tidak memiliki hubungan dekat dengan ayahnya dan hanya ibunya lah yang menurutnya begitu sayang padanya. Namun ibunya telah meninggal dunia. Ia hanya sebatang kara, tanpa sanak keluarga.
Jadi pada saat ia mengalami gangguan, tidak ada seorang pun yang menyadarinya. Mereka malah menganggap Reznik aneh, suka menghayal, dan gila. Tanpa tahu kenapa temannya berperilaku seperti itu. Tidak adanya kepekaan serta dukungan, membuatnya semakin tertekan dan paranoid, hingga mengalami delusi (kesulitan membedakan antara mana yang nyata dan mana yang tidak nyata.
Yap, jadinya kalau dijabarkan seperti ini, film The Machinist bukanlah hanya kisah seorang pekerja buruh mesin tidak tidur selama setahun dikejar dosa, tapi suatu proses dari kisah seorang pria melarikan diri setelah menabrak anak kecil new life, bad life (insomnia + timbul halusinasi + paranoid) unconscious menjadi conscious (tidur?) di sel tahanan. Ribet amat yak?! Tapi runtut.
Untung bukan cerita horror. Nggak tahu membayangkannya seperti apa kalau misalkan film ini bergenre horror. Coba bayangkan saja, kisah seorang pekerja buruh mesin tidak tidur selama setahun dikejar dosa (?) dikejar arwah gitu? Diminta pertanggungjawabannya?wkwkk.. 3:) Abaikan!


BONUS QUOTE (UNTUK PEMBAHASAN KALI INI):




















Referensi:

www.digilib.unimus.ac.id diunduh pada tanggal 3 November 2017

Minggu, 22 September 2019

Mari Analisis Film Lawas (The Machinist) Melalui Sudut Pandang Psikologi Part 4

Paranoid dan Halusinasi
  
*Paranoid & Halusinasi*

   A. Paranoid
M-O-T-H-E-R?

Trevor Reznik mengalami berbagai gejala paranoid, yakni sebagai berikut:
   a.   Kecurigaan yang sangat berlebihan
   b.    Meyakini akan adanya motif-motif tersembunyi dari orang lain
  c. Merasa akan dimanfaatkan atau dikhianati oleh orang lain (teman-temannya)
   d.   Ketidakmampuan bekerjasama dengan orang lain
   e.    Rasa permusuhan
   
   B.  Halusinasi
Ivan: Oh, no. You look like you seen a ghost.
Trevor Reznik: Funny you should say that. The guys at work don't think you exist.
Halusinasi merupakan suatu keadaan dimana persepsi seseorang melalui panca indera tanpa ada stimulus (rangsangan) yang nyata. Halusinasi dapat terjadi pada setiap panca indera (penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecap, perabaan). Dapat kita ketahui bahwa Viktor Reznik mengalami halusinasi visual (penglihatan) dan halusinasi auditory (pendengaran) secara bersamaan.
Tahapan halusinasi
   
   a.   Sleep disorder
Karakteristik: Seseorang yang merasa banyak masalah dan ingin menghindar dari lingkungan. Masalah semakin terasa sulit karena berbagai stressor terkumpul dan dukungan yang kurang.
Perilaku: susah tidur yang berlangsung secara terus-menerus.
Jika dilihat dari awal hingga akhir cerita, dapat diketahui bahwa kesulitan tidur yang dialami Reznik berasal dari stressor yang telah sengaja ia lupakan. Penyebab stres yang seharusnya ia tuntaskan, malah ia pendam. Ia lebih memilih melupakan permasalahan itu dan membuka lembaran yang baru (flight). Akan tetapi hal yang tidak diketahui oleh Reznik ialah walaupun ia telah lupa dan tidak ingat sama sekali masalah itu, permasalahan itu tetap terpendam di bawah alam bawah sadarnya. Hal itulah yang akhirnya membuatnya kesulitan tidur.
   b.    Comforthing
Karakteristik: mengalami perasaan mendalam seperti ansietas, kesepian, rasa bersalah, takut, dan mencoba berpikiran yang menyenangkan untuk meredakan perasaan cemas.
Perilaku: klien terkadang tersenyum, tertawa sendiri, menggerakkan bibir tanpa suara, pergerakkan mata yang cepat, respon verbal yang lambat, diam, dan berkonsentrasi.
Dapat diketahui dari setiap Reznik mengalami kecemasan, kesepian, merasa takut dan sebagainya, ia langsung mencari kesenangan di tempat seorang wanita (maaf) ‘bayaran’. Tidak hanya kesenangan untuk (maaf again) ‘meniduri’, akan tetapi mendengar segala curahan hatinya. Segala permasalahan mulai dari kesulitannya untuk tidur hingga kecurigaan-kecurigaannya. Reznik juga selalu tidak banyak bicara, berespon lambat secara verbal dan selalu tampak terpaku dan berkonsentrasi. Pada saat ia mengalami gangguan, matanya melesat kemana-mana (pergerakkannya begitu cepat).
   c.    Condemning
Karakteristik: pengalaman sensori menjijikkan dan menakutkan. Orang tersebut mulai mengambil jarak dengan sumber yang dipersepsikan.
Perilaku: meningkatnya tanda-tanda system saraf otonom akibat kecemasan (peningkatan denyut jantung, pernafasan, dan tekanan darah). Rentang perhatian dengan lingkungan berkurang. Terkadang asik dengan pengalaman sensori dan tidak mampu membedakan mana yang halusinasi dan mana yang nyata (delusi).
Ditunjukkan pada Reznik yang semakin jauh dengan orang-orang disekitarnya dan menganggap bahwa orang-orang di tempat kerjanya tidak menyukainya sama sekali. Selain itu, pada saat mengejar mobil yang ditumpangi oleh salah satu pekerja (yang sebenarnya tidak nyata), ia tidak lagi mempedulikan situasi jalanan kanan-kiri-depan-belakang banyak kendaraan. Ia terus terfokus pada mobil yang ia kejar. Berkali-kali ia tampak berat untuk bernafas dengan baik.

Referensi:

www.digilib.unimus.ac.id diunduh pada tanggal 3 November 2017